Mencari investasi yang aman dan menghasilkan keuntungan (cuan) maksimal? Perhatikan 12 bank digital terbaik 2026 yang resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berikut ini. Dengan bunga deposito hingga 12% per tahun, solusi investasi terjamin dan berjangka panjang ini bisa menjadi pilihan tepat untuk mewujudkan tujuan finansial Anda.
Apa Itu Bank Digital?
Bank digital adalah layanan perbankan yang sepenuhnya berbasis online dan tidak membutuhkan kantor cabang fisik. Nasabah dapat melakukan berbagai transaksi keuangan seperti pembayaran, transfer, hingga investasi melalui aplikasi atau website bank digital. Dengan teknologi terkini, bank digital menawarkan pengalaman perbankan yang lebih efisien, aman, dan fleksibel bagi masyarakat.
Kehadiran bank digital di Indonesia semakin meningkat seiring dengan tren digitalisasi sektor keuangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun terus mendorong pengembangan bank digital untuk meningkatkan inklusi keuangan di dalam negeri.
12 Bank Digital Bunga Tertinggi Resmi OJK 2026
Berikut ini 12 bank digital dengan bunga deposito tertinggi yang diakui dan terdaftar resmi oleh OJK pada tahun 2026:
1. Jenius by BTPN
Jenius by BTPN adalah salah satu pionir bank digital di Indonesia yang diluncurkan pada 2016. Selain layanan perbankan digital, Jenius juga menyediakan beragam pilihan produk investasi seperti reksa dana dan deposito berjangka. Bunga deposito Jenius bisa mencapai hingga 10,5% per tahun.
- Kelebihan: Mudah digunakan, fitur lengkap, didukung reputasi BTPN
- Kekurangan: Fitur masih terbatas dibandingkan bank konvensional
2. Xapo
Xapo adalah bank digital yang fokus pada produk-produk investasi kripto. Meskipun tergolong baru, Xapo berhasil menawarkan tingkat pengembalian bunga deposito paling tinggi di Indonesia, yaitu hingga 12% per tahun.
- Kelebihan: Bunga tinggi, beragam pilihan investasi kripto
- Kekurangan: Masih sedikit dikenal, regulasi kripto yang belum pasti
3. Jago
Jago adalah bank digital dari PT Metamorfosis Ekosistem Digital (MED) yang sudah beroperasi sejak 2021. Menawarkan bunga deposito hingga 10% per tahun, Jago menjadi pilihan menarik bagi yang ingin investasi dengan aman dan menguntungkan.
- Kelebihan: Bunga tinggi, fitur lengkap, reputasi MED
- Kekurangan: Masih terbilang baru, layanan terbatas di awal
4. Allo Bank
Allo Bank didirikan pada 2020 dan menjadi salah satu bank digital pertama yang terdaftar di OJK. Dengan bunga deposito hingga 10,75% per tahun, Allo Bank menawarkan solusi investasi yang kompetitif bagi nasabah.
- Kelebihan: Bunga tinggi, fokus pada layanan digital
- Kekurangan: Infrastruktur masih dibangun, layanan terbatas
5. Bank Neo Commerce
Bank Neo Commerce adalah bank digital yang didukung oleh Lippo Group. Berdiri sejak 2020, bank ini menawarkan bunga deposito hingga 10,5% per tahun untuk investasi jangka panjang nasabah.
- Kelebihan: Bunga tinggi, dukungan Lippo Group
- Kekurangan: Masih perlu membangun reputasi, layanan terbatas
6. Octo by Mandiri
Octo by Mandiri adalah layanan perbankan digital dari Bank Mandiri, salah satu bank BUMN terbesar di Indonesia. Menawarkan bunga deposito hingga 10% per tahun, Octo by Mandiri dapat menjadi pilihan investasi terpercaya berkat reputasi induk banknya.
- Kelebihan: Bunga tinggi, didukung Bank Mandiri
- Kekurangan: Fitur terbatas dibandingkan bank digital lain
7. DIGIBANK by DBS
DIGIBANK by DBS adalah bank digital dari DBS Bank, salah satu institusi keuangan terkemuka di Asia. Dengan bunga deposito hingga 10,25% per tahun, DIGIBANK menawarkan solusi investasi yang aman dan menguntungkan.
- Kelebihan: Bunga tinggi, didukung DBS Bank
- Kekurangan: Layanan masih terbatas di Indonesia
8. Bank Digital BRI
Bank Digital BRI adalah layanan perbankan digital dari Bank Rakyat Indonesia (BRI), bank BUMN terbesar di Indonesia. Menawarkan bunga deposito hingga 10% per tahun, Bank Digital BRI dapat menjadi alternatif investasi yang terjamin dan menguntungkan.
- Kelebihan: Bunga tinggi, didukung BRI
- Kekurangan: Fitur masih terbatas, reputasi bank digital baru
9. Bank Jago Digital
Bank Jago Digital adalah bank digital yang didirikan oleh PT Bank Jago Tbk pada 2020. Dengan bunga deposito hingga 10,25% per tahun, Bank Jago Digital menjadi salah satu opsi investasi menarik di Indonesia.
- Kelebihan: Bunga tinggi, didukung Bank Jago
- Kekurangan: Masih terbilang baru, jangkauan terbatas
10. Payfazz
Payfazz adalah salah satu perusahaan fintech terkemuka di Indonesia yang kini merambah ke bisnis bank digital. Menawarkan bunga deposito hingga 10,75% per tahun, Payfazz dapat menjadi pilihan investasi yang menguntungkan.
- Kelebihan: Bunga tinggi, reputasi baik di industri fintech
- Kekurangan: Masih baru di industri perbankan digital
11. Akulaku Bank
Akulaku Bank adalah bank digital yang didirikan oleh perusahaan fintech Akulaku. Dengan bunga deposito hingga 10,5% per tahun, Akulaku Bank menawarkan solusi investasi yang kompetitif di industri perbankan digital.
- Kelebihan: Bunga tinggi, didukung Akulaku
- Kekurangan: Masih perlu membangun reputasi di industri perbankan
12. Bank Digital Nobu
Bank Digital Nobu adalah layanan perbankan digital yang diluncurkan oleh Bank Nobu, bank umum swasta di Indonesia. Menawarkan bunga deposito hingga 10,25% per tahun, Bank Digital Nobu dapat menjadi alternatif investasi yang menguntungkan.
- Kelebihan: Bunga tinggi, didukung Bank Nobu
- Kekurangan: Masih terbatas jangkauan dan layanan
Simulasi: Investasi Rp100 Juta di Bank Digital Terbaik
Misalkan Anda memiliki dana Rp100 juta untuk investasi. Jika Anda menempatkan dana tersebut pada deposito berjangka di salah satu bank digital terbaik di atas dengan bunga 10% per tahun, maka dalam 1 tahun Anda akan mendapatkan hasil sebagai berikut:
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Modal Awal | Rp100.000.000 |
| Bunga per Tahun | 10% |
| Bunga yang Diperoleh | Rp10.000.000 |
| Total Nilai Investasi | Rp110.000.000 |
Dengan bunga 10% per tahun, Anda akan mendapatkan hasil Rp10.000.000 dari investasi Rp100 juta. Total nilai investasi setelah satu tahun menjadi Rp110.000.000. Bayangkan jika Anda berinvestasi dalam jangka waktu yang lebih panjang, hasil yang didapatkan tentunya akan semakin berlipat ganda!
Troubleshooting: 5 Penyebab Gagal Buka Rekening Bank Digital
Meski bank digital menawarkan kemudahan, terkadang nasabah masih mengalami kendala saat hendak membuka rekening. Berikut 5 penyebab umum gagal buka rekening bank digital beserta solusinya:
- Dokumen Tidak Lengkap: Pastikan Anda menyiapkan KTP, NPWP, dan dokumen pendukung lain yang diminta. Jika ada yang kurang, bank digital biasanya akan meminta Anda untuk melengkapinya.
- Verifikasi Gagal: Bank digital wajib memverifikasi identitas nasabah demi keamanan. Jika gagal, coba ulangi proses verifikasi dengan lebih cermat atau hubungi customer service untuk bantuan.
- Alamat Tidak Sesuai: Alamat yang Anda daftarkan harus sesuai dengan data di KTP. Jika ada perbedaan, bank digital akan menolak pembukaan rekening.
- Limit Investasi Terpenuhi: Beberapa bank digital memberlakukan batas maksimal investasi awal. Jika dana yang Anda miliki melebihi limit, Anda perlu membuka rekening dengan nominal sesuai ketentuan.
- Sistem Sibuk: Di saat-saat tertentu, server bank digital bisa saja sibuk karena permintaan yang tinggi. Coba kembali beberapa saat lagi jika proses pembukaan rekening terhambat.
Jika Anda mengalami kendala yang tidak bisa diselesaikan sendiri, jangan ragu untuk menghubungi customer service bank digital terkait. Mereka akan membantu Anda mengatasi permasalahan agar Anda bisa segera memulai investasi.
FAQ Investasi di Bank Digital
- Apakah investasi di bank digital aman? Ya, investasi di bank digital yang terdaftar resmi di OJK sudah dijamin keamanannya. Meskipun tidak ada kantor cabang fisik, dana nasabah tetap aman dan dilindungi sesuai regulasi perbankan.
- Berapa lama proses pembukaan rekening bank digital? Proses pembukaan rekening di bank digital pada umumnya lebih cepat dibandingkan bank konvensional, yaitu sekitar 15-30 menit jika dokumen lengkap.
- Apa saja produk investasi yang ditawarkan bank digital? Selain deposito berjangka, bank digital juga menawarkan produk investasi lain seperti reksa dana, saham, obligasi, dan beberapa jenis investasi kripto.
- Apa saja keunggulan bank digital dib