Beranda » Nasional » IHSG Menghijau Tipis 0,18 Persen di Jumat Pagi: Cek Saham Blue Chip yang Paling Banyak Diborong Asing (2026)!

IHSG Menghijau Tipis 0,18 Persen di Jumat Pagi: Cek Saham Blue Chip yang Paling Banyak Diborong Asing (2026)!

Kabar gembira untuk investor Indonesia. Indeks Harga Gabungan () pagi ini ditutup menguat tipis 0,18% ke level 6.829,69. Pergerakan saham-saham unggulan atau tampaknya menjadi penarik utama penguatan IHSG di hari Jumat ini.

Berdasarkan data perdagangan, investor asing tercatat membukukan net buy atau pembelian bersih saham senilai Rp267,87 miliar. Ini menandakan bahwa asing terus mengalir masuk ke pasar modal dalam negeri.

Simak ptiunisri.id akan berbagi informasi saham-saham blue chip yang paling banyak diborong investor asing di sesi pagi ini. Berikut ulasannya!

Ringkasan Cepat: IHSG ditutup menguat 0,18% ke 6.829,69 pada Jumat pagi. Investor asing tecatat melakukan aksi net buy senilai Rp267,87 miliar, terutama pada saham-saham blue chip unggulan.

Inilah 5 Saham Blue Chip Paling Diburu Asing Pagi Ini

1. PT Astra International Tbk (ASII)

Saham raksasa otomotif PT Astra International Tbk (ASII) menjadi buruan investor asing pagi ini. Berdasarkan data, asing membukukan net buy ASII senilai Rp57,22 miliar, tertinggi di antara saham-saham lain.

ASII dikenal sebagai salah satu saham blue chip terbaik di (BEI). Perseroan ini memiliki lini bisnis yang terdiversifikasi, mulai dari otomotif, alat berat, teknologi informasi, sampai agribisnis.

  • Kelebihan: Bisnis terdiversifikasi, manajemen profesional, pembayaran dividen rutin.
  • Kekurangan: Sensitif terhadap kondisi ekonomi global.
  • Kesimpulan: ASII merupakan saham blue chip terbaik dengan fundamental kuat, namun rentan terhadap gejolak eksternal.

2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

Saham raksasa perbankan nasional PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga mencatatkan aksi beli bersih investor asing yang cukup besar. Berdasarkan data, asing melakukan net buy BBCA senilai Rp55,35 miliar.

Baca Juga:  Cek Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 1 2026 Pantau Status SIKS-NG Serta Saldo KKS Anda Sekarang!

BBCA adalah salah satu saham blue chip terbaik dan terlaris di pasar modal Indonesia. Perseroan ini dikenal memiliki kinerja dan fundamental yang solid, serta jaringan distribusi yang luas di seluruh Indonesia.

  • Kelebihan: Kinerja keuangan prima, jaringan distribusi luas, suku bunga kredit bersaing.
  • Kekurangan: Valuasi saham relatif mahal, pertumbuhan laba melambat.
  • Kesimpulan: BBCA adalah saham blue chip unggulan dengan fundamental kokoh, namun harga saham cenderung mahal.

3. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)

Saham BUMN raksasa telekomunikasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga menjadi incaran investor asing. Berdasarkan data, asing membukukan net buy TLKM senilai Rp41,59 miliar.

TLKM merupakan salah satu saham blue chip terbaik di Indonesia. Perseroan ini memiliki dominasi pasar yang kuat di industri telekomunikasi tanah air, dengan berbagai produk inovatif dan layanan digital terdepan.

  • Kelebihan: Perusahaan BUMN terbesar, layanan digital terdepan, pembayaran dividen rutin.
  • Kekurangan: Dominasi pasar yang kuat dapat memicu potensi regulasi .
  • Kesimpulan: TLKM adalah saham blue chip andal dengan prospek bisnis menjanjikan, namun rentan terhadap risiko regulasi.

4. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

Saham bank BUMN terbesar PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) juga menjadi incaran investor asing. Berdasarkan data, asing membukukan net buy BBRI senilai Rp38,16 miliar.

BBRI dikenal sebagai salah satu saham blue chip terbaik di sektor perbankan. Perseroan ini memiliki jaringan distribusi terluas di seluruh Indonesia, serta kinerja keuangan yang solid dan terpercaya.

  • Kelebihan: Jaringan distribusi terluas, kinerja keuangan prima, portofolio kredit beragam.
  • Kekurangan: Pertumbuhan laba melambat, tingkat efisiensi perlu ditingkatkan.
  • Kesimpulan: BBRI adalah saham blue chip unggulan dengan fundamental kuat, namun perlu terus berinovasi untuk memacu pertumbuhan.

5. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

Tidak ketinggalan, saham bank BUMN terbesar lainnya PT (Persero) Tbk (BMRI) juga menjadi incaran investor asing. Berdasarkan data, asing membukukan net buy BMRI senilai Rp33,85 miliar.

BMRI adalah salah satu saham blue chip terbaik di sektor perbankan nasional. Perseroan ini dikenal memiliki kinerja keuangan yang solid, serta jaringan distribusi yang luas di seluruh Indonesia.

  • Kelebihan: Kinerja keuangan kokoh, jaringan distribusi luas, produk dan layanan beragam.
  • Kekurangan: Valuasi saham relatif mahal, pertumbuhan laba cenderung melambat.
  • Kesimpulan: BMRI adalah saham blue chip terpercaya dengan fundamental kuat, namun harga saham kurang menarik untuk investor jangka pendek.
Baca Juga:  Panduan Lengkap Desil 1 Sampai 10 Tahun 2026: Arti, Syarat, dan Cara Cek Data Diri!

Studi Kasus: Analisis Valuasi Saham BBCA

Sebagai contoh, mari kita lihat valuasi saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menjadi salah satu saham blue chip paling diburu asing hari ini.

Berdasarkan data, BBCA ditutup pada level Rp7.550 per saham dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp1.895 triliun. Jika dilihat dari rasio Price to Earnings (P/E), saham BBCA diperdagangkan pada level 26,1x.

Angka P/E sebesar 26,1x tergolong tinggi jika dibandingkan rata-rata saham-saham perbankan lainnya yang berkisar di level 15-20x. Ini menunjukkan bahwa saham BBCA dinilai cukup mahal oleh pasar.

Namun, valuasi mahal BBCA dapat dipahami mengingat fundamental perseroan yang sangat kuat. BBCA dikenal sebagai bank dengan kinerja keuangan prima, likuiditas tinggi, dan risiko kredit rendah.

Meski demikian, investor harus tetap berhati-hati karena pertumbuhan laba BBCA cenderung melambat dalam beberapa tahun terakhir. Potensi kenaikan suku bunga acuan juga bisa menjadi katalis negatif bagi sektor perbankan.

Troubleshooting: 5 Kendala Investasi Saham Blue Chip

Berikut 5 kendala umum yang sering dihadapi investor saat berinvestasi di saham-saham blue chip:

  1. Harga Mahal – Saham-saham blue chip umumnya diperdagangkan pada valuasi yang cukup tinggi, sehingga kurang menarik bagi investor jangka pendek.
  2. Pertumbuhan Melambat – Perusahaan blue chip biasanya sudah mapan, sehingga tingkat pertumbuhan laba cenderung stabil namun tidak terlalu tinggi.
  3. Risiko Sistemik – Saham blue chip rentan terhadap gejolak eksternal seperti kondisi ekonomi global, perubahan kebijakan, dan lain-lain.
  4. Volatilitas Rendah – Pergerakan harga saham blue chip relatif stabil dan tidak terlalu fluktuatif, kurang menarik bagi trader jangka pendek.
  5. Likuiditas Tinggi – Volume perdagangan saham blue chip yang sangat besar dapat menyulitkan investor untuk masuk dan keluar posisi dengan cepat.
Baca Juga:  Awas Terjebak! Ini Daftar Lengkap Pinjol Ilegal Terbaru 2026 yang Wajib Dihindari

Meski demikian, investor yang ingin membangun portofolio saham jangka panjang tetap dapat mempertimbangkan saham-saham blue chip dengan fundamental kuat.

FAQ Seputar Saham Blue Chip

  1. Apa itu saham blue chip?

    Saham blue chip adalah saham-saham perusahaan besar, mapan, dan terkemuka di pasar modal. Ciri-cirinya antara lain memiliki fundamental kuat, likuiditas tinggi, dan pertumbuhan stabil.

  2. Mengapa saham blue chip menjadi incaran investor?

    Saham blue chip menjadi incaran investor karena dianggap memiliki risiko relatif lebih rendah dibandingkan saham-saham lain. Selain itu, saham blue chip juga sering memberikan dividen yang menarik bagi investor.

  3. Apa kelebihan dan kekurangan saham blue chip?

    Kelebihan saham blue chip antara lain fundamental kuat, likuiditas tinggi, dan risiko relatif lebih rendah. Namun, kekurangannya adalah valuasi saham cenderung mahal, pertumbuhan laba melambat, dan rentan terhadap gejolak eksternal.

  4. Bagaimana cara berinvestasi di saham blue chip?

    Beberapa strategi di saham blue chip adalah membeli dan menyimpan dalam jangka panjang, membeli secara rutin (averaging), serta memperhatikan valuasi dan prospek bisnis perusahaan.

  5. Apa risiko utama blue chip?

    Risiko utama investasi saham blue chip antara lain pertumbuhan laba yang cenderung melambat, valuasi saham yang mahal, serta kerentanan terhadap gejolak ekonomi global dan perubahan kebijakan.

  6. Apa contoh saham blue chip terbaik di Indonesia?

    Beberapa contoh saham blue chip terbaik di Indonesia antara lain ASII, BBCA, TLKM, BBRI, dan BMRI. Saham-saham ini memiliki fundamental kuat, likuiditas tinggi, dan reputasi bagus di pasar modal.

  7. Kapan waktu yang tepat untuk berinvestasi di saham blue chip?

    Waktu yang tepat untuk berinvestasi di saham blue chip adalah ketika valuasi saham relatif menarik, prospek bisnis perusahaan masih cerah, dan kondisi ekonomi secara umum dalam tren positif.

Disclaimer

Artikel ini hanya untuk keperluan informasi dan edukasi, bukan merupakan saran investasi atau rekomendasi beli/jual saham. Keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab pembaca. ptiunisri.id tidak bekerja sama dengan pemerintah atau otoritas terkait.

Kesimpulan

Saham-saham blue chip di Bursa Efek Indonesia (BEI) tampaknya menjadi buruan utama investor asing di awal perdagangan akhir pekan ini. Tercatat investor asing membukukan net buy saham senilai Rp267,87 miliar, terutama pada saham-saham besar seperti ASII, BBCA, TLKM, BBRI, dan BMRI.

Meski saham blue chip dianggap memiliki risiko lebih rendah, investor tetap perlu waspada karena valuasi saham yang c