Pernah dapat notifikasi dari BPJS Kesehatan yang meminta mengisi skrining riwayat kesehatan, tapi bingung bagaimana caranya? Atau justru khawatir kalau tidak diisi akan berpengaruh pada layanan kesehatan?
Skrining riwayat kesehatan BPJS merupakan program dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang diluncurkan untuk memetakan kondisi kesehatan peserta secara menyeluruh. Program ini mulai digalakkan sejak 2024 dan terus berlanjut hingga 2026, dengan tujuan meningkatkan kualitas layanan kesehatan preventif di Indonesia.
Nah, proses pengisian skrining ini sebenarnya sangat mudah dan bisa dilakukan langsung dari smartphone. Tidak perlu datang ke kantor BPJS atau faskes, cukup buka aplikasi Mobile JKN dan ikuti langkah-langkahnya.
Apa Itu Skrining Riwayat Kesehatan BPJS?
Skrining riwayat kesehatan adalah formulir digital yang berisi pertanyaan seputar kondisi kesehatan peserta BPJS. Formulir ini mencakup riwayat penyakit, gaya hidup, kebiasaan merokok, pola makan, hingga aktivitas fisik sehari-hari.
Program ini diinisiasi BPJS Kesehatan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk memperkuat sistem Promotif Preventif (Prolanis) yang sudah berjalan. Berdasarkan data dari BPJS Kesehatan, hingga akhir 2025 sudah lebih dari 45 juta peserta yang mengisi skrining ini secara online.
Tujuan utamanya sederhana: mendeteksi risiko penyakit sejak dini. Dengan data yang terkumpul, BPJS bisa memberikan rekomendasi pemeriksaan lanjutan atau program kesehatan yang sesuai dengan kondisi masing-masing peserta.
Apakah Wajib Diisi? Ini Faktanya
Banyak peserta yang bertanya-tanya, apakah skrining ini wajib atau hanya opsional? Secara resmi, BPJS Kesehatan mengimbau seluruh peserta untuk mengisi skrining riwayat kesehatan, namun tidak ada sanksi administratif bagi yang belum mengisi.
Yang perlu diluruskan: klaim bahwa kepesertaan akan dinonaktifkan jika tidak mengisi skrining adalah tidak benar. Berdasarkan informasi resmi dari BPJS Kesehatan, pengisian skrining bersifat sukarela dan tidak mempengaruhi status kepesertaan atau akses layanan kesehatan.
Namun, ada beberapa manfaat yang bisa didapat jika mengisi skrining ini:
- Mendapat rekomendasi pemeriksaan kesehatan gratis sesuai usia dan kondisi
- Prioritas untuk program Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis)
- Akses ke layanan konsultasi kesehatan preventif
- Notifikasi pengingat pemeriksaan rutin dari Mobile JKN
Jadi meski tidak wajib, pengisian skrining ini sangat direkomendasikan untuk optimalisasi manfaat kesehatan.
Syarat dan Persiapan Sebelum Mengisi Skrining
Sebelum mulai mengisi skrining riwayat kesehatan, ada beberapa hal yang perlu disiapkan agar prosesnya lancar dan tidak ada kendala teknis.
Persyaratan Teknis:
- Smartphone (Android atau iOS) dengan koneksi internet stabil
- Aplikasi Mobile JKN versi terbaru (update jika belum)
- Nomor handphone yang terdaftar di BPJS Kesehatan
- Email aktif untuk verifikasi (opsional)
Data yang Perlu Disiapkan:
- Nomor kartu BPJS Kesehatan atau NIK
- Informasi riwayat penyakit keluarga (jika ada)
- Data pemeriksaan kesehatan terakhir seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol (jika pernah cek)
- Tinggi dan berat badan terkini
Tidak perlu khawatir jika belum memiliki data pemeriksaan kesehatan terbaru. Formulir skrining tetap bisa diisi berdasarkan perkiraan atau kondisi terakhir yang diingat, dan nanti bisa diupdate setelah melakukan pemeriksaan.
Cara Isi Skrining Riwayat Kesehatan BPJS Lewat Mobile JKN
Proses pengisian skrining dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN yang bisa diunduh gratis di Play Store (Android) atau App Store (iOS). Berikut langkah lengkapnya:
1. Download dan Login Aplikasi Mobile JKN
Pertama, pastikan aplikasi Mobile JKN sudah terinstal di smartphone. Jika belum punya, download dari toko aplikasi resmi dan lakukan registrasi akun menggunakan nomor kartu BPJS atau NIK.
Buka aplikasi, lalu login menggunakan email dan password yang sudah didaftarkan. Jika lupa password, gunakan fitur “Lupa Password” dan ikuti instruksi reset melalui email atau SMS.
2. Akses Menu Skrining Kesehatan
Setelah berhasil login, cari menu “Skrining Riwayat Kesehatan” yang biasanya ada di halaman utama atau menu “Layanan Kesehatan”. Tampilan menu bisa berbeda tergantung versi aplikasi, tapi umumnya mudah ditemukan.
Ketuk menu tersebut, lalu sistem akan menampilkan informasi singkat tentang tujuan skrining. Baca sekilas, kemudian klik tombol “Mulai Skrining” untuk lanjut ke formulir.
3. Isi Data Pribadi dan Identitas
Sistem akan menampilkan data pribadi yang sudah terdaftar seperti nama, tanggal lahir, dan alamat. Periksa kembali apakah datanya sudah benar. Jika ada yang salah, hubungi kantor BPJS terdekat untuk pembaruan data.
Selanjutnya, masukkan data tambahan seperti nomor telepon aktif, pekerjaan saat ini, dan status pernikahan jika diminta.
4. Jawab Pertanyaan Riwayat Kesehatan
Bagian ini adalah inti dari skrining. Akan muncul serangkaian pertanyaan yang perlu dijawab dengan jujur dan seakurat mungkin. Pertanyaan umumnya meliputi:
- Apakah memiliki riwayat penyakit tertentu (diabetes, hipertensi, jantung, stroke)?
- Apakah ada anggota keluarga yang memiliki penyakit tersebut?
- Kebiasaan merokok atau konsumsi alkohol
- Frekuensi olahraga per minggu
- Pola makan sehari-hari
- Riwayat operasi atau rawat inap
Jawab setiap pertanyaan dengan memilih opsi yang tersedia. Beberapa pertanyaan mungkin memerlukan input angka seperti tinggi badan, berat badan, atau hasil pemeriksaan terakhir.
5. Input Data Pemeriksaan Kesehatan (Jika Ada)
Jika pernah melakukan pemeriksaan kesehatan dalam 6 bulan terakhir, masukkan hasilnya pada kolom yang tersedia. Data yang biasa diminta:
- Tekanan darah (sistolik/diastolik)
- Kadar gula darah puasa
- Kadar kolesterol total
- Lingkar perut
- Indeks Massa Tubuh (BMI)
Jika belum pernah cek atau tidak ingat hasilnya, bisa dilewati atau isi dengan perkiraan. Nanti bisa diupdate setelah melakukan pemeriksaan di faskes.
6. Review dan Submit Skrining
Sebelum mengirim, sistem akan menampilkan ringkasan semua jawaban yang sudah diisi. Periksa kembali apakah semua informasi sudah benar dan lengkap.
Jika ada yang perlu diubah, gunakan tombol “Edit” untuk kembali ke bagian tertentu. Kalau sudah yakin, klik tombol “Kirim” atau “Submit” untuk menyelesaikan proses skrining.
7. Dapatkan Hasil dan Rekomendasi
Setelah skrining berhasil dikirim, sistem akan langsung memberikan hasil analisis sederhana berdasarkan jawaban yang diberikan. Hasilnya bisa berupa:
- Status risiko kesehatan (rendah, sedang, atau tinggi)
- Rekomendasi pemeriksaan lanjutan yang perlu dilakukan
- Jadwal kontrol rutin jika terdeteksi risiko tertentu
- Tips kesehatan yang disesuaikan dengan kondisi
Hasil skrining ini akan tersimpan di aplikasi dan bisa diakses kapan saja. BPJS juga akan mengirimkan notifikasi jika ada program kesehatan atau pemeriksaan gratis yang sesuai dengan profil kesehatan peserta.
Berapa Lama Proses Pengisian Skrining?
Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi skrining riwayat kesehatan bervariasi tergantung kelengkapan data dan kecepatan menjawab pertanyaan. Rata-rata, proses ini memakan waktu 10-15 menit saja.
Jika memiliki data pemeriksaan kesehatan lengkap dan siap, bisa selesai dalam 7-10 menit. Namun jika perlu mengecek dokumen atau mengingat-ingat riwayat kesehatan keluarga, bisa memakan waktu hingga 20 menit.
Yang penting, tidak perlu terburu-buru. Jawab setiap pertanyaan dengan teliti agar hasil skrining akurat dan rekomendasi yang diberikan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Apakah Data Skrining Bisa Diubah Setelah Dikirim?
Pertanyaan ini sering muncul, terutama dari peserta yang khawatir salah mengisi atau ada perubahan kondisi kesehatan setelah submit skrining.
Kabar baiknya, data skrining bisa diperbarui kapan saja melalui aplikasi Mobile JKN. Caranya cukup masuk kembali ke menu “Skrining Riwayat Kesehatan”, lalu pilih opsi “Update Data” atau “Perbarui Skrining”.
Sistem akan menampilkan jawaban sebelumnya, dan peserta bisa mengubah bagian tertentu yang perlu diperbaiki. Setelah selesai, klik “Simpan Perubahan” dan data akan ter-update otomatis.
BPJS Kesehatan merekomendasikan untuk memperbarui skrining setiap 6 bulan sekali atau jika ada perubahan kondisi kesehatan signifikan seperti diagnosis penyakit baru, operasi, atau perubahan gaya hidup drastis.
Kendala yang Sering Terjadi dan Solusinya
Meskipun prosesnya relatif mudah, beberapa peserta kadang mengalami kendala teknis saat mengisi skrining. Berikut masalah umum dan cara mengatasinya:
Menu Skrining Tidak Muncul di Aplikasi
Kemungkinan versi aplikasi Mobile JKN belum mendukung fitur skrining. Solusinya, update aplikasi ke versi terbaru dari Play Store atau App Store. Jika sudah update tapi tetap tidak muncul, coba hapus cache aplikasi atau reinstall.
Aplikasi Error Saat Submit Skrining
Biasanya terjadi karena koneksi internet tidak stabil. Pastikan jaringan WiFi atau data seluler dalam kondisi baik. Coba tutup aplikasi sebentar, lalu buka lagi dan lanjutkan pengisian. Data yang sudah diisi umumnya tersimpan otomatis.
Nomor Handphone Tidak Terdaftar
Jika muncul notifikasi bahwa nomor HP tidak terdaftar di sistem BPJS, perlu melakukan update data kepesertaan terlebih dahulu. Kunjungi kantor BPJS terdekat atau hubungi BPJS Care Center untuk pembaruan nomor kontak.
Lupa Password Akun Mobile JKN
Gunakan fitur “Lupa Password” di halaman login. Ikuti instruksi untuk reset password melalui email atau SMS. Pastikan email dan nomor HP yang terdaftar masih aktif agar bisa menerima kode verifikasi.
Data Pemeriksaan Kesehatan Ditolak Sistem
Beberapa peserta melaporkan data pemeriksaan seperti tekanan darah atau gula darah ditolak karena dianggap tidak wajar. Pastikan memasukkan angka dalam satuan yang benar (mmHg untuk tekanan darah, mg/dL untuk gula darah). Jika yakin data benar tapi tetap ditolak, lewati bagian ini dan isi saat pembaruan berikutnya.
Kontak Layanan dan Pengaduan BPJS Kesehatan
Jika mengalami kendala teknis atau butuh bantuan terkait skrining riwayat kesehatan, bisa menghubungi layanan resmi BPJS Kesehatan melalui:
- BPJS Care Center: 1500 400 (24 jam)
- WhatsApp: 0811 8750 400
- Twitter: @BPJSKesehatanRI
- Email: [email protected]
- Website: bpjs-kesehatan.go.id
- Aplikasi Mobile JKN: Fitur Chat Asisten VIKA
Untuk pengaduan atau masukan, bisa juga disampaikan melalui kanal resmi di atas atau langsung datang ke kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat.
Tips Agar Pengisian Skrining Lebih Akurat
Agar hasil skrining benar-benar mencerminkan kondisi kesehatan dan rekomendasi yang diberikan tepat sasaran, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Dasar Terlebih Dahulu
Jika memungkinkan, cek tekanan darah, gula darah, dan kolesterol di Puskesmas atau klinik sebelum mengisi skrining. Dengan data akurat, hasil analisis sistem akan lebih presisi.
Jujur Soal Kebiasaan dan Gaya Hidup
Jangan memanipulasi jawaban demi mendapat hasil yang baik. Ingat, tujuan skrining adalah deteksi dini, bukan penilaian. Semakin jujur jawabannya, semakin bermanfaat hasil yang didapat.
Catat Riwayat Kesehatan Keluarga
Tanyakan kepada orang tua atau saudara tentang riwayat penyakit dalam keluarga. Informasi ini penting untuk menilai risiko genetik terhadap penyakit tertentu seperti diabetes, hipertensi, atau kanker.
Ukur Tinggi dan Berat Badan Secara Berkala
Jangan asal tebak angka tinggi atau berat badan. Ukur secara rutin agar data yang dimasukkan akurat, terutama untuk perhitungan Indeks Massa Tubuh (BMI) yang jadi indikator risiko obesitas.
Update Data Setelah Ada Perubahan Kondisi
Jika didiagnosis penyakit baru atau menjalani operasi, segera update skrining. Data terkini membantu BPJS memberikan rekomendasi program kesehatan yang lebih sesuai.
Manfaat Mengisi Skrining Riwayat Kesehatan
Selain untuk kepentingan database BPJS, pengisian skrining ini memberikan berbagai manfaat langsung bagi peserta:
Deteksi Dini Risiko Penyakit
Sistem akan menganalisis jawaban dan memberikan indikasi risiko terhadap penyakit tertentu. Jika terdeteksi risiko tinggi diabetes misalnya, peserta akan mendapat rekomendasi pemeriksaan HbA1c gratis di faskes.
Akses ke Program Kesehatan Gratis
Peserta yang teridentifikasi memiliki kondisi tertentu akan diprioritaskan untuk ikut program Prolanis, Senam Jantung Sehat, atau Konseling Gizi yang diselenggarakan BPJS bersama faskes.
Notifikasi Pengingat Pemeriksaan Rutin
Mobile JKN akan mengirimkan reminder untuk cek kesehatan berkala sesuai usia dan kondisi. Misalnya, peserta usia 40+ akan diingatkan untuk skrining kanker atau pemeriksaan jantung.
Riwayat Kesehatan Terintegrasi
Semua data skrining tersimpan digital dan bisa diakses saat berobat ke faskes. Dokter bisa melihat riwayat kesehatan tanpa perlu tanya ulang, sehingga diagnosis lebih cepat dan akurat.
Edukasi Kesehatan Personal
Berdasarkan profil kesehatan, sistem akan memberikan artikel, video, atau tips kesehatan yang relevan. Peserta dengan risiko hipertensi misalnya, akan mendapat konten tentang diet rendah garam dan olahraga yang tepat.
Perbedaan Skrining di Mobile JKN vs di Faskes
Beberapa peserta mungkin bertanya, apakah skrining yang dilakukan mandiri via aplikasi sama dengan skrining yang dilakukan langsung di Puskesmas atau klinik?
| Aspek | Skrining Online (Mobile JKN) | Skrining di Faskes |
|---|---|---|
| Cara Pengisian | Mandiri via smartphone | Dibantu tenaga kesehatan |
| Waktu yang Dibutuhkan | 10-15 menit | 30-45 menit (termasuk pemeriksaan fisik) |
| Data yang Diisi | Berdasarkan ingatan/data pribadi | Langsung diukur (tensi, gula darah, dll) |
| Hasil Analisis | Otomatis dari sistem | Dijelaskan langsung oleh petugas |
| Akurasi | Tergantung kejujuran input data | Lebih akurat karena langsung diukur |
| Biaya | Gratis | Gratis (ditanggung BPJS) |
| Kapan Dilakukan | Kapan saja, di mana saja | Sesuai jadwal faskes |
Kedua metode sama-sama valid dan saling melengkapi. Skrining online cocok untuk pencatatan awal dan monitoring rutin, sedangkan skrining di faskes memberikan data lebih detail dengan pemeriksaan langsung oleh tenaga medis.
Idealnya, lakukan skrining online dulu melalui Mobile JKN, lalu lanjutkan dengan pemeriksaan fisik di Puskesmas atau klinik untuk mendapat data yang lebih akurat dan komprehensif.
FAQ Seputar Skrining Riwayat Kesehatan BPJS
Apakah skrining bisa diisi untuk anggota keluarga?
Bisa. Jika sudah mendaftarkan anggota keluarga sebagai peserta dalam satu kartu, bisa mengisi skrining untuk masing-masing anggota melalui fitur “Ubah Peserta” di aplikasi Mobile JKN.
Bagaimana jika tidak punya data pemeriksaan kesehatan sama sekali?
Tidak masalah. Isi skrining berdasarkan kondisi yang dirasakan saat ini dan perkiraan terbaik. Setelah itu, manfaatkan rekomendasi dari sistem untuk melakukan pemeriksaan di faskes, lalu update skrining dengan data hasil pemeriksaan.
Apakah hasil skrining bisa dilihat oleh dokter saat berobat?
Ya, data skrining terintegrasi dengan rekam medis elektronik BPJS. Dokter di faskes yang terhubung sistem bisa mengakses riwayat kesehatan ini untuk membantu diagnosis dan penanganan.
Berapa kali harus mengisi skrining dalam setahun?
BPJS merekomendasikan update skrining minimal 6 bulan sekali atau saat ada perubahan kondisi kesehatan signifikan. Namun tidak ada batasan maksimal, bisa diupdate kapan saja jika diperlukan.
Apakah skrining bisa dilakukan tanpa aplikasi Mobile JKN?
Saat ini, skrining riwayat kesehatan secara online hanya tersedia melalui aplikasi Mobile JKN. Alternatif lainnya adalah datang langsung ke Puskesmas atau klinik BPJS untuk skrining langsung dengan bantuan petugas kesehatan.
Apakah ada notifikasi jika sudah waktunya update skrining?
Ya, sistem akan mengirimkan push notification atau SMS pengingat jika skrining sudah lebih dari 6 bulan tidak diupdate atau jika ada program kesehatan baru yang relevan dengan profil peserta.
Kesimpulan
Mengisi skrining riwayat kesehatan BPJS melalui aplikasi Mobile JKN adalah langkah sederhana yang memberikan manfaat jangka panjang untuk kesehatan. Prosesnya cepat, hanya butuh 10-15 menit, dan bisa dilakukan kapan saja dari smartphone.
Dengan data skrining yang akurat, BPJS bisa memberikan rekomendasi kesehatan yang lebih personal dan membantu deteksi dini risiko penyakit. Jangan lupa untuk update data secara berkala agar informasi kesehatan selalu terkini.
Semoga panduan ini memudahkan dalam mengisi skrining riwayat kesehatan. Tetap jaga kesehatan, lakukan pemeriksaan rutin, dan manfaatkan semua program preventif yang disediakan BPJS Kesehatan. Terima kasih sudah membaca, dan semoga selalu sehat!
Sumber dan Referensi Berita
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan data resmi dari BPJS Kesehatan melalui website bpjs-kesehatan.go.id dan panduan penggunaan aplikasi Mobile JKN. Beberapa referensi tambahan diperoleh dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait program Promotif Preventif tahun 2024-2026.
Disclaimer: Prosedur dan fitur aplikasi Mobile JKN dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan BPJS Kesehatan. Data statistik dan nominal yang disebutkan adalah berdasarkan informasi terkini per awal 2026 dan dapat berbeda dengan kondisi saat artikel ini dibaca. Untuk informasi paling akurat, selalu konfirmasi ke BPJS Care Center 1500 400 atau kunjungi kantor cabang terdekat.