Mencari tempat menyimpan dana dengan bunga tinggi tapi tetap aman? Bank digital kini menawarkan suku bunga deposito yang jauh lebih kompetitif dibanding bank konvensional. Tapi seberapa aman sebenarnya?
Di tengah tren digitalisasi perbankan 2026, bank digital berlomba memberikan imbal hasil deposito hingga 6-7% per tahun untuk menarik nasabah. Angka ini jauh melampaui deposito bank konvensional yang rata-rata hanya 3-4%. Namun pertanyaan krusial yang sering muncul: apakah bank digital ini benar-benar aman dan terjamin?
Memilih bank digital untuk deposito bukan hanya soal mengejar bunga tertinggi. Faktor keamanan, legalitas, dan jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) harus menjadi pertimbangan utama sebelum menempatkan dana dalam jumlah besar.
Apa Itu Bank Digital dan Bedanya dengan Bank Konvensional?
Bank digital adalah institusi perbankan yang beroperasi sepenuhnya melalui platform digital tanpa kantor cabang fisik. Semua layanan dari pembukaan rekening, transaksi, hingga penempatan deposito dilakukan melalui aplikasi mobile atau website.
Perbedaan mendasar dengan bank konvensional terletak pada model operasional. Tanpa beban biaya operasional cabang fisik, ATM, dan pegawai dalam jumlah besar, bank digital bisa menekan cost dan mengalokasikan efisiensi tersebut untuk memberikan bunga simpanan yang lebih tinggi kepada nasabah.
Berdasarkan regulasi Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bank digital di Indonesia terbagi dalam beberapa kategori: bank digital yang merupakan transformasi dari bank konvensional, bank digital hasil akuisisi atau pendirian baru, serta digital banking unit dari bank induk. Semua kategori ini wajib memiliki izin operasional dari OJK dan terdaftar sebagai peserta penjaminan LPS.
Nah, yang perlu dipahami adalah tidak semua aplikasi fintech adalah bank digital. Platform seperti e-wallet atau peer-to-peer lending bukanlah bank dan tidak memiliki izin perbankan. Hanya institusi berizin bank dari OJK yang produk simpanannya dijamin LPS.
Daftar Bank Digital dengan Bunga Deposito Tertinggi 2026
Berikut daftar bank digital terpercaya yang menawarkan suku bunga deposito kompetitif dan sudah terdaftar resmi di OJK serta dijamin LPS:
| Nama Bank Digital | Bunga Deposito p.a | Tenor Tersedia | Setoran Minimum | Status LPS |
|---|---|---|---|---|
| Seabank (SeaBank Indonesia) | 6.75% | 1, 3, 6, 12 bulan | Rp 1.000.000 | ✅ Dijamin |
| Bank Neo Commerce | 6.50% | 1, 3, 6, 9, 12 bulan | Rp 1.000.000 | ✅ Dijamin |
| Bank Jago | 6.25% | 1, 3, 6, 12 bulan | Rp 1.000.000 | ✅ Dijamin |
| Blu by BCA Digital | 5.75% | 1, 3, 6, 12 bulan | Rp 1.000.000 | ✅ Dijamin |
| Allo Bank | 5.50% | 1, 3, 6, 12 bulan | Rp 1.000.000 | ✅ Dijamin |
| Bank Raya (digibank by DBS) | 5.25% | 1, 3, 6, 12, 24 bulan | Rp 1.000.000 | ✅ Dijamin |
| Jenius (BTPN) | 5.00% | 1, 3, 6, 12 bulan | Rp 1.000.000 | ✅ Dijamin |
| TMRW (UOB Indonesia) | 4.75% | 1, 3, 6, 12 bulan | Rp 1.000.000 | ✅ Dijamin |
Data di atas menunjukkan Seabank memimpin dengan bunga deposito 6.75% per tahun, diikuti Bank Neo Commerce dan Bank Jago. Perlu dicatat bahwa suku bunga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan moneter Bank Indonesia dan strategi bisnis masing-masing bank, sehingga pengecekan langsung ke aplikasi bank sangat disarankan sebelum membuka deposito.
Bagaimana Cara Kerja Deposito Bank Digital?
Deposito adalah produk simpanan berjangka dengan suku bunga tetap yang dibayarkan saat jatuh tempo atau secara berkala. Di bank digital, proses pembukaan hingga pencairan deposito dilakukan sepenuhnya melalui aplikasi tanpa perlu ke kantor cabang.
Mekanisme Deposito Bank Digital:
- Nasabah memilih nominal deposito dan tenor (jangka waktu) yang diinginkan melalui aplikasi
- Dana dipindahkan dari rekening tabungan ke rekening deposito secara instant
- Selama masa tenor, dana tidak bisa ditarik dan akan menghasilkan bunga sesuai rate yang disepakati
- Bunga deposito bisa dibayarkan di awal (diskonto), bulanan, atau saat jatuh tempo tergantung skema
- Setelah jatuh tempo, dana pokok dan bunga akan otomatis kembali ke rekening tabungan atau bisa diperpanjang (ARO/Automatic Roll Over)
Bunga deposito dikenakan pajak penghasilan (PPh) final sebesar 20% untuk deposito di atas Rp 7.500.000, sementara deposito di bawah nominal tersebut bebas pajak berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 91 Tahun 2021.
Jaminan LPS untuk Deposito Bank Digital
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) adalah lembaga independen yang menjamin simpanan nasabah di bank, termasuk deposito di bank digital. Jaminan ini sangat penting sebagai pengaman jika bank mengalami masalah likuiditas atau bahkan tutup.
Ketentuan Penjaminan LPS:
- Setiap nasabah dijamin maksimal Rp 2 miliar per bank
- Jaminan mencakup seluruh jenis simpanan: tabungan, giro, dan deposito
- Suku bunga deposito yang dijamin maksimal sesuai suku bunga penjaminan LPS (saat ini sekitar 4,25% – 5,50% tergantung tenor)
- Jika bunga deposito melebihi suku bunga penjaminan LPS, maka deposito tersebut tidak dijamin
- Nasabah harus memiliki satu rekening per bank untuk mendapat jaminan penuh
Singkatnya, deposito dengan bunga sangat tinggi (misalnya di atas 7%) mungkin tidak dijamin LPS karena melampaui batas suku bunga penjaminan. Oleh karena itu, penting mengecek apakah suku bunga deposito yang ditawarkan masih dalam batas penjaminan LPS atau tidak.
Cara Cek Legalitas Bank Digital Sebelum Deposito
Sebelum menempatkan dana dalam jumlah besar, pastikan bank digital tersebut benar-benar legal dan terdaftar resmi. Berikut cara verifikasinya:
Langkah Verifikasi Legalitas:
- Cek di website resmi OJK (ojk.go.id) pada daftar bank yang berizin
- Pastikan bank tercantum dalam daftar peserta penjaminan di website LPS (lps.go.id)
- Lihat informasi izin usaha bank di bagian “Tentang Kami” atau “Legalitas” dalam aplikasi
- Cek rating bank dari lembaga pemeringkat seperti Pefindo atau Fitch Ratings
- Baca reputasi dan review pengguna di platform independen untuk mengetahui track record pelayanan
Tanda Bank Digital Legal:
- Memiliki izin sebagai Bank Umum dari OJK dengan nomor izin jelas
- Tercatat sebagai peserta penjaminan LPS dengan nomor kepesertaan
- Laporan keuangan dipublikasikan secara berkala dan bisa diakses publik
- Memiliki customer service resmi yang responsif
- Alamat kantor pusat jelas dan bisa diverifikasi
Jangan tergiur bunga tinggi dari aplikasi atau platform yang tidak jelas legalitasnya. Banyak aplikasi fintech ilegal menyamar sebagai “bank” padahal tidak memiliki izin perbankan dan produknya tidak dijamin LPS.
Perbandingan Deposito Bank Digital vs Bank Konvensional
Apakah deposito di bank digital lebih menguntungkan dibanding bank konvensional? Berikut perbandingan komprehensifnya:
| Aspek | Bank Digital | Bank Konvensional |
|---|---|---|
| Suku Bunga | 5% – 6.75% per tahun | 3% – 4.5% per tahun |
| Setoran Minimum | Rp 1 juta (sangat terjangkau) | Rp 5-10 juta |
| Proses Pembukaan | 100% online, instant (5-10 menit) | Harus ke kantor cabang, 30-60 menit |
| Pencairan | Otomatis via aplikasi saat jatuh tempo | Harus ke cabang atau via internet banking |
| Biaya Admin | Umumnya gratis atau sangat rendah | Bervariasi, bisa cukup tinggi |
| Fleksibilitas | Bisa dikelola 24/7 via aplikasi | Terbatas jam operasional kantor |
| Jaminan LPS | ✅ Dijamin (jika memenuhi syarat) | ✅ Dijamin (jika memenuhi syarat) |
| Relatif baru, masih membangun kepercayaan | Sudah established, reputasi kuat |
Dari segi return finansial, bank digital unggul dengan bunga lebih tinggi dan setoran minimum rendah. Namun untuk nasabah yang mengutamakan reputasi dan track record panjang, bank konvensional besar masih menjadi pilihan utama meskipun bunganya lebih rendah.
Cara Membuka Deposito di Bank Digital
Proses pembukaan deposito di bank digital sangat mudah dan bisa dilakukan dalam hitungan menit tanpa keluar rumah.
Persiapan yang Diperlukan:
- Sudah memiliki rekening di bank digital terkait (jika belum, buka rekening terlebih dahulu)
- KTP elektronik yang masih berlaku
- NPWP (untuk deposito di atas Rp 7.500.000 agar dapat manfaat pajak)
- Dana yang akan didepositokan sudah tersedia di rekening tabungan
- Koneksi internet stabil
Langkah Pembukaan Deposito:
- Login ke aplikasi bank digital pilihan
- Cari menu “Deposito” atau “Investasi” di halaman utama
- Pilih “Buka Deposito Baru” atau “Deposito Sekarang”
- Tentukan jumlah dana yang ingin didepositokan (minimal sesuai ketentuan bank)
- Pilih tenor atau jangka waktu: 1, 3, 6, atau 12 bulan
- Pilih skema pembayaran bunga: di awal, bulanan, atau jatuh tempo
- Tentukan apakah akan ARO (perpanjangan otomatis) atau tidak saat jatuh tempo
- Review ringkasan: nominal, tenor, bunga yang akan didapat, tanggal jatuh tempo
- Masukkan PIN atau verifikasi biometrik untuk konfirmasi
- Dana akan otomatis terpotong dari rekening tabungan dan deposito aktif seketika
Nasabah akan menerima notifikasi konfirmasi berisi detail deposito, nomor bilyet elektronik, dan tanggal jatuh tempo. Semua informasi ini juga bisa diakses kapan saja di menu deposito dalam aplikasi.
Strategi Maksimalkan Keuntungan Deposito Bank Digital
Meskipun deposito adalah instrumen simpanan yang relatif pasif, ada beberapa strategi untuk memaksimalkan return yang didapat:
Teknik Ladder Deposito
Jangan tempatkan semua dana dalam satu deposito tenor panjang. Bagi menjadi beberapa bagian dengan tenor berbeda (1, 3, 6, 12 bulan) sehingga ada deposito yang jatuh tempo setiap beberapa bulan. Ini memberikan likuiditas dan fleksibilitas jika tiba-tiba butuh dana mendesak.
Manfaatkan Promo dan Special Rate
Bank digital sering memberikan promo bunga spesial untuk nasabah baru atau periode tertentu. Pantau aplikasi dan media sosial bank untuk mendapat informasi promo dan manfaatkan sebelum periode berakhir.
Diversifikasi ke Beberapa Bank
Untuk dana di atas Rp 2 miliar, sebaiknya dipecah ke beberapa bank agar semuanya terjamin LPS. Misalnya Rp 1,5 miliar di Bank A, Rp 1,5 miliar di Bank B, sehingga jika terjadi sesuatu dengan salah satu bank, tidak semua dana terpengaruh.
Pilih Tenor yang Tepat
Jika memprediksi suku bunga akan naik, pilih tenor pendek sehingga bisa segera roll over ke bunga lebih tinggi. Sebaliknya, jika bunga cenderung turun, kunci dana di tenor panjang untuk mengamankan rate tinggi lebih lama.
Reinvestasi Bunga
Jika memilih pembayaran bunga bulanan, segera reinvestasikan bunga tersebut ke deposito baru atau instrumen lain agar dana tetap produktif dan tidak idle di rekening tabungan dengan bunga rendah.
Risiko Deposito Bank Digital yang Perlu Diwaspadai
Meskipun deposito adalah instrumen paling aman, tetap ada risiko yang perlu dipahami terutama untuk deposito di bank digital:
Risiko Bank Tutup atau Likuidasi
Bank digital yang masih baru memiliki risiko stabilitas lebih tinggi dibanding bank mapan. Meskipun ada jaminan LPS, proses klaim bisa memakan waktu dan administratif. Pilih bank digital dengan modal kuat dan didukung oleh grup keuangan besar.
Risiko Bunga Melebihi Penjaminan LPS
Deposito dengan bunga terlalu tinggi (di atas batas LPS) tidak akan dijamin jika terjadi masalah pada bank. Cek terlebih dahulu berapa suku bunga penjaminan LPS terkini sebelum membuka deposito dengan bunga sangat tinggi.
Risiko Teknologi dan Keamanan Siber
Semua transaksi di bank digital berbasis aplikasi rentan terhadap risiko hacking, phishing, atau kebocoran data. Pastikan selalu update aplikasi, gunakan PIN kuat, aktifkan verifikasi 2 faktor, dan jangan bagikan OTP ke siapa pun.
Risiko Inflasi Menggerus Nilai Riil
Jika inflasi lebih tinggi dari bunga deposito, secara riil nilai uang akan berkurang. Misalnya bunga deposito 6% tapi inflasi 7%, maka daya beli uang berkurang 1%. Pertimbangkan diversifikasi ke instrumen lain yang bisa mengalahkan inflasi seperti saham atau reksa dana.
Risiko Pencairan Sebelum Jatuh Tempo
Jika terpaksa cairkan deposito sebelum jatuh tempo, akan dikenakan penalti berupa pengurangan bunga atau bahkan kehilangan bunga sama sekali. Pastikan dana yang didepositokan benar-benar idle money yang tidak akan dibutuhkan dalam waktu dekat.
Tips Memilih Bank Digital untuk Deposito
Dengan banyaknya pilihan bank digital, bagaimana cara menentukan yang paling cocok untuk kebutuhan deposito?
Pertimbangan Utama:
- Reputasi dan Track Record: Pilih bank digital yang sudah beroperasi minimal 2-3 tahun dengan review positif dari pengguna
- Backing Korporasi: Bank digital yang dimiliki atau didukung grup finansial besar (misal BCA, DBS, Astra) cenderung lebih stabil
- Suku Bunga Kompetitif: Bandingkan bunga deposito untuk tenor yang sama di beberapa bank
- Kemudahan Aplikasi: Pilih aplikasi yang user-friendly, tidak sering error, dan customer service responsif
- Kelengkapan Fitur: Cek apakah tersedia fitur ARO, partial withdrawal, atau simulasi deposito
- Transparansi Biaya: Pastikan tidak ada biaya tersembunyi seperti biaya pembukaan, penutupan, atau perpanjangan
Jangan hanya tergiur bunga tertinggi. Bank dengan bunga 0,5% lebih rendah tapi stabil dan layanan bagus seringkali lebih menguntungkan jangka panjang dibanding bank dengan bunga tinggi tapi sering bermasalah.
Perbedaan Deposito dengan Tabungan Berjangka
Sering terjadi kebingungan antara deposito dengan tabungan berjangka atau rencana. Keduanya memang mirip namun memiliki karakteristik berbeda:
Deposito:
- Dana dikunci untuk jangka waktu tertentu, tidak bisa ditarik sewaktu-waktu
- Bunga tetap selama tenor
- Jika ditarik sebelum jatuh tempo kena penalti
- Setoran dilakukan sekali di awal
- Lebih cocok untuk dana yang benar-benar tidak terpakai
Tabungan Berjangka:
- Bisa melakukan setoran rutin (bulanan) hingga target waktu tercapai
- Bunga bisa mengambang mengikuti kebijakan bank
- Bisa ditarik sebagian tanpa penalti (tergantung produk)
- Setoran dilakukan berkala sesuai kesepakatan
- Lebih cocok untuk menabung dengan disiplin untuk tujuan tertentu
Untuk return maksimal dan dana idle, deposito lebih unggul. Untuk membangun kebiasaan menabung dengan target tertentu, tabungan berjangka lebih tepat.
Perpajakan Bunga Deposito yang Perlu Dipahami
Bunga deposito dikenakan pajak penghasilan (PPh) final yang dipotong langsung oleh bank sebelum bunga dibayarkan kepada nasabah.
Ketentuan Pajak Deposito:
- Deposito hingga Rp 7.500.000: Bebas pajak (tarif 0%)
- Deposito di atas Rp 7.500.000: Dikenakan PPh final 20% dari bunga yang diperoleh
- Perhitungan batas Rp 7.500.000 adalah per nasabah per bank, bukan per deposito
Contoh Perhitungan Pajak:
Deposito Rp 10.000.000 tenor 12 bulan dengan bunga 6% per tahun:
- Bunga kotor: Rp 10.000.000 x 6% = Rp 600.000
- Karena nominal di atas Rp 7.500.000, kena pajak 20%
- Pajak: Rp 600.000 x 20% = Rp 120.000
- Bunga bersih diterima: Rp 600.000 – Rp 120.000 = Rp 480.000
Strategi Efisiensi Pajak:
Jika memiliki dana Rp 20 juta, daripada deposito Rp 20 juta di satu bank (kena pajak semua), lebih baik bagi menjadi:
- Rp 7 juta di Bank A (bebas pajak)
- Rp 7 juta di Bank B (bebas pajak)
- Rp 6 juta di Bank C (bebas pajak)
Dengan cara ini, semua deposito bebas pajak karena masing-masing di bawah Rp 7.500.000 per bank.
Mitos dan Fakta Deposito Bank Digital
Banyak kesalahpahaman seputar deposito di bank digital. Berikut klarifikasinya:
Mitos: “Bank digital tidak aman karena tidak punya kantor fisik” Fakta: Keamanan bank ditentukan oleh regulasi dan pengawasan OJK, bukan keberadaan kantor fisik. Bank digital diawasi sama ketatnya dengan bank konvensional dan simpanannya dijamin LPS.
Mitos: “Bunga deposito bank digital terlalu tinggi, pasti penipuan” Fakta: Bank digital bisa memberikan bunga lebih tinggi karena efisiensi operasional tanpa biaya cabang dan ATM. Selama berizin OJK dan terdaftar LPS, ini legal dan aman.
Mitos: “Deposito bank digital bisa dicairkan kapan saja seperti tabungan” Fakta: Deposito tetap memiliki jangka waktu. Pencairan sebelum jatuh tempo akan kena penalti atau kehilangan bunga, sama seperti deposito bank konvensional.
Mitos: “Semua deposito dijamin LPS tanpa batas” Fakta: Jaminan LPS maksimal Rp 2 miliar per nasabah per bank, dan hanya untuk bunga yang tidak melebihi suku bunga penjaminan LPS.
Mitos: “Deposito bank digital kena biaya admin bulanan seperti tabungan” Fakta: Deposito umumnya tidak dikenakan biaya admin bulanan. Yang mungkin ada adalah biaya penalti jika dicairkan sebelum jatuh tempo.
Alternatif Investasi Selain Deposito Bank Digital
Deposito memang aman, tapi returnnya terbatas dan kalah dari inflasi. Untuk diversifikasi, pertimbangkan instrumen lain:
Reksa Dana Pasar Uang
Return sekitar 4-6% per tahun, likuiditas tinggi (bisa dicairkan kapan saja), risiko rendah, dan bisa dimulai dari Rp 10.000. Cocok untuk dana darurat atau investasi jangka pendek 6-12 bulan.
Obligasi Pemerintah (ORI/Sukuk Ritel)
Return 5.5-7% per tahun, dijamin pemerintah, bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Tenor umumnya 3 tahun dengan pembayaran kupon rutin setiap bulan. Minimal investasi sekitar Rp 1 juta.
Peer-to-Peer Lending (P2P)
Return bisa mencapai 10-18% per tahun, tapi risiko lebih tinggi karena tergantung debitur. Pilih platform P2P yang berizin OJK dan diversifikasi ke banyak pinjaman untuk meminimalkan risiko gagal bayar.
Reksa Dana Pendapatan Tetap
Return 6-10% per tahun, cocok untuk investasi jangka menengah 1-3 tahun. Risikonya moderat karena terpengaruh fluktuasi suku bunga dan nilai obligasi.
Emas Digital
Lindung nilai terhadap inflasi, likuiditas tinggi, bisa dimulai dari Rp 5.000. Tidak memberikan return tetap tapi nilai cenderung naik seiring waktu, cocok untuk diversifikasi portofolio.
Kontak Layanan dan Pengaduan
Jika mengalami masalah terkait deposito di bank digital atau memerlukan informasi lebih lanjut, hubungi kanal berikut:
Customer Service Bank Digital
Setiap bank digital memiliki layanan pelanggan 24/7 melalui:
- Live chat dalam aplikasi
- Email resmi bank
- Call center (cek nomor di aplikasi atau website resmi)
- Media sosial official
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Untuk pengaduan atau verifikasi legalitas bank:
- Website: konsumen.ojk.go.id
- Email: [email protected]
- Telepon: 157 (OJK Contact Center)
- Aplikasi: OJK Mobile (download di Play Store/App Store)
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
Untuk informasi jaminan simpanan atau klaim:
- Website: lps.go.id
- Email: [email protected]
- Telepon: (021) 5465-465
- Call center: 1500-LPS (1500-577)
Siapkan nomor rekening, detail deposito, dan kronologi masalah secara lengkap untuk mempercepat proses penanganan.
Kesimpulan
Deposito di bank digital menawarkan alternatif menarik dengan bunga lebih tinggi dibanding bank konvensional, kemudahan akses 100% digital, dan tetap dijamin LPS. Seabank, Bank Neo Commerce, dan Bank Jago menjadi pilihan teratas dengan bunga deposito 6,25% – 6,75% per tahun di 2026.
Namun tetap penting untuk memverifikasi legalitas bank, memahami ketentuan jaminan LPS, dan tidak tergiur bunga terlalu tinggi yang melebihi batas penjaminan. Diversifikasi deposito ke beberapa bank untuk dana besar, manfaatkan strategi ladder deposito, dan pahami aspek perpajakan untuk memaksimalkan return. Dengan pemahaman yang tepat dan pemilihan bank yang kredibel, deposito bank digital bisa menjadi instrumen simpanan yang aman sekaligus menguntungkan. Semoga panduan ini membantu dalam menentukan pilihan terbaik untuk mengembangkan dana dengan aman. Terima kasih sudah membaca hingga akhir, semoga rezeki berlimpah dan investasi selalu berkembang!
Sumber dan Referensi:
Data suku bunga deposito dalam artikel ini berdasarkan informasi dari masing-masing bank digital per Maret 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan moneter Bank Indonesia serta strategi bisnis bank. Informasi mengenai jaminan LPS mengacu pada Peraturan LPS dan UU Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan beserta perubahannya. Ketentuan perpajakan berdasarkan PP Nomor 91 Tahun 2021 tentang Pajak Penghasilan atas Bunga Deposito dan Tabungan.
Disclaimer:
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Suku bunga deposito dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya sesuai kebijakan masing-masing bank dan kondisi ekonomi makro. Pembaca disarankan untuk melakukan pengecekan langsung ke aplikasi atau website resmi bank terkait untuk informasi bunga deposito terkini sebelum membuka deposito. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor setelah mempertimbangkan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing. Pastikan bank digital pilihan sudah terdaftar di OJK dan menjadi peserta LPS sebelum menempatkan dana.